Pernah dengar
KPI? Komunikasi Penyiaran Islam adalah jurusan komunikasi di Perguruan Tinggi
Islam. Pada dasarnya, KPI adalah jurusan Ilmu Komunikasi. Namun, karena
ada di kampus Islam, namanya ditambah “Penyiaran Islam” sehingga menjadi
Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Di jurusan ini, mahasiswa dibekali ilmu dan
keterampilan berkomunikasi untuk kepentingan Syi’ar Islam (dakwah). Penyiaran
Islam artinya penyebarluasan pesan-pesan keislaman. Jika diinggriskan,
Penyiaran Islam menjadi Islamic Broadcasting yang bermakna
menyiarkan Islam di radio, televisi, dan film serta internet atau lembaga
penyiaran Islami. Berdasarkan kurikulum di jurusan
KPI, mahasiswa belajar atau mendalami dua hal
yakni Islam dan Komunikasi, yakni mendalami ilmu agama Islam dan
keterampilan menyebarkannya melalui media. Karenanya, mahasiswa KPI tidak
hanya mendalami Al-Quran dan Al-Hadits sebagai dua sumber utama ajaran
Islam, tapi juga mempelajari keterampilan komunikasi, terutama jurnalistik
dan penyiaran (broadcasting).
Dizaman yang
berkembang pesat tentulah punya dampak dan efek yang bermacam-macam, mulai dari
dampak sosial hingga moral. Minimnya peminat penyiaran yang berlandaskan Islam
membuat KPI terkadang dipandang sebelah mata daripada penyiaran lainnya.
Sebagai penyiaran yang berazaskan islam maka sudah menjadi tugas wajib untuk
memberikan informasi-informasi yang baik tentunya memiliki nilai moral yang
baik pula. Banyak penyiaran-penyiaran diluaran sana memberikan informasi tanpa
memerhatikan dampak dari informasi yang disiarkan. pembawaan informasi secara
monoton, jadul, dan kurang modern juga menjadi salahsatu faktor minimnya
peminat KPI.
Selain dari
sifat penyiarannya, hal yang sangat mempengaruhi adalah fasilitas penunjang
penyiaran. Memiliki studio yang nyaman, dan cocok untuk proses siaran,
alat-alat yang lengkap, dan canggih, dan juga ada nya mentor yang kompeten dan
siap untuk membimbing mahasiswa baik secara teori maupun langsung praktek
terjun ke lapangan. Sehingga tercipta proses pembelajaran yang asik. Tak hanya
di dalam kelas, tetapi juga langsung praktek di lapangan. Memegang dan
mengoprasikan secara langsung alat-alat produksi siaran, seperti kamera,
lighting, microphone, mixer, komputer, dan perangkat penyiaran lain. Sehingga mahasiswa
tak hanya paham secara teoretis saja, tetapi
juga langsung praktikum apa yang di terangkan oleh dosen atau pembimbing. Dengan
cara seperti itu, dapat di pastikan tercipta proses belajar yang asik dan
menarik. Dan pastinya juga mahasiswa bisa lebih mudah untuk memahami setiap
materi yang di ajarkan.
Tetapi, pada jurusan KPI di INSURI
PONOROGO yang telah saya ikuti 1 semester ini, berbeda dr ekspetasi saya yang
telah saya jelaskan di atas. Menurut beberapa dosen yang pernah saya tanyai
tentang masalah ini, memang untuk di Insuri di fokuskan di jurnalistik, atau
karya tulis. Mungkin ini di karenakan tidak adanya studio atau pun ruangan
tersendiri yang di gunakan untuk melakukan praktek secara langsung tentang
penyiaran. Dan juga tidak ada alat-alat yang menunjang untuk melakukan praktek.
Awalnya saya berfikir mumgkin kaeran saya masih duduk di semester 1, sehingga
proses pembelajaran masih membahas teori saja. Tetapi setelah saya bertanya
kepada kakak tingkat, ternyata memang di Insuri memang tidak menyediakan studio
yang di gunakan khusus untuk jurusan KPI. Yang seharus studio itu ada, atau
minimal ada tempat tersendiri untuk melakukan pembelajaran secara praktek. Mengingat
jurusan KPI adalah salahsatu jurusan yang paling tua di Insuri. Sehingga fasilitas
untuk menunjang jurusan ini mencukupi. Tetapi di Insuri justru masih minim
untuk fasilitas penunjang pembelajaran. Muncul tanda tanya di kepala saya karna
melihat kondisi ini. Dan menurut salahsatu dosen KPI di insuri, beliau pernah
mengatakan bahwa di insuri pernah punya sebuah kamera yang lumayan bagus, guna
untuk menunjang pembelajaran. Tetapi hilang entah kemana setelah di pinjam oleh
salah seorang mahasiswa. Mungkin berawal dari itu pihak kampus menjadi kapok
untuk memfasilitasi mahasiswa.
Berawal dari
keresahan itu, di tahun 2018 ini saya sebagai salahsatu mahasiswa KPI bersama
teman-teman KPI semester 1, berkeinginan untuk membuat sebuah studio produksi. Guna
untuk mempermudah proses pembelajaran. Di studio itulah kita bisa mempraktekan
secara langsung proses produksi penyiaran. sehimgga semakin mudah kita memahami
setiap materi-materi yang di ajarkan oleh dosen pembimbing. Tak hanya untuk
praktek saja, tetapi juga kita akan membuat televisi online. Mungkin terlihat
konyol dan tidak mungkin, mahasiswa awal, baru semester 1 dan datang dengan
angan-angan yang besar ingin membuat televisi online yang sebelumnya belum
pernah ada di Insuri Ponorogo. Memang sangat berat. Tetapi kita optimis bisa
melakukan nya.
Di tahun 2018
ini kita akan awali dengan mengajukan proposal kepada dosen KPI Insuri tentang
rencana kita ini. Guna untuk mencari dukungan agar tersetujui sampai ke pihak
rektorat. Untuk awal tahun ini, kita belum berharap yang besar seperti harapan
punya televisi online sendiri. Di setujui dan di dukung dari pihak dosen saja
kita sudah senang. Apalagi kita di setujui pihak rektorat dan di fasilitasi
seperti kamera dan studio atau ruangan tersendiri. Jika kita sudah punya kamera
dan studio kita sudah bisa melakukan praktek langsung tentang materi-materi
yang di berikan oleh dosen pembimbing. tak hanya untuk praktek saja, kita bisa
membuat video konten yang berkualitas. Yang pasti bukan seperti video-video
konten yang tersebar luas di media sosial yang penuh dengan kontroversi,
pornografi, bahkan ada yang sengaja bertujuan untuk mengadu domba antar umat
muslim. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa KPI Insuri berkeinginan untuk
membuat konten-konten yang berkualitas yang baik untuk konsumsi publik, atau
bahkan biasa merubah kondisi Indonesia yang sedang di serang oleh beberapa pihak
yang bertanggung jawab yang membuat dan menyebar konten-konten negatif.
Melalui sarana
ini, kita bisa berdakwah secara modern dan asik. Tidak kaku dan tidak monoton
seperti pendakwah-pendakwah yang sudah ada. Tetapi juga tidak meninggalkan
syariat agama islam. Jika kita sudah membuat konten dan kita sebar ke media
sosial seperti instagram, atau youtube pastinya banyak yang melihat dan secara
tidak langsung banyak yang akan mengenal Insuri Ponorogo. Dan dapat di pastikan
minat mahasiswa baru yang ingin menjadi mahasiswa Insuri Ponorogo semakin
banyak dan meningkat. Apalagi peminat jurusan KPI Insuri Ponorogo pastinya akan
meningkat. Dikarenakan proses pembelajaran yang asik. Yang tak hanya membahas
materi secara teorites tetapi juga secara langsung memegang dan mengoprasikan
alat-alat produksi penyiaran.
Masih hanya
itu rencana dan harapan saya bersama teman-teman KPI Insuri Ponorogo semester 1
di tahun 2018 ini. Dan demi kemajuan kampus Insuri Ponorogo tercinta, semoga dosen-dosen
yang membaca tulisan saya ini mendukung penuh rencana ini. Dan juga semoga di
setujui dan di respon bagus oleh pihak rektorat. Tak lupa juga teman-teman
semua sedia untuk berjuang mewujudkan rencana ini dan berdoa yang terbaik. Amien
ya robalalamin.
Cukup sekian
tulisan ini saya akhiri. Saya Lukman Mustika. Tidur dulu.. sampai bertemu di
mimpi para pemimpi. Prajurit mimpi bubar barisan jalan!
Komentar
Posting Komentar