Langsung ke konten utama

instruksi komandan di tahun 2018

Pernah dengar KPI? Komunikasi Penyiaran Islam adalah jurusan komunikasi di Perguruan Tinggi Islam. Pada dasarnya, KPI adalah jurusan Ilmu Komunikasi. Namun, karena ada di kampus Islam, namanya ditambah “Penyiaran Islam” sehingga menjadi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Di jurusan ini, mahasiswa dibekali ilmu dan keterampilan berkomunikasi untuk kepentingan Syi’ar Islam (dakwah). Penyiaran Islam artinya penyebarluasan pesan-pesan keislaman. Jika diinggriskan, Penyiaran Islam menjadi Islamic Broadcasting  yang bermakna menyiarkan Islam di radio, televisi, dan film serta internet atau lembaga penyiaran Islami. Berdasarkan kurikulum di jurusan KPI, mahasiswa belajar atau mendalami dua hal  yakni Islam dan Komunikasi, yakni mendalami ilmu agama Islam dan keterampilan menyebarkannya melalui media. Karenanya, mahasiswa KPI tidak hanya mendalami Al-Quran dan Al-Hadits sebagai dua sumber utama ajaran Islam, tapi juga mempelajari keterampilan komunikasi, terutama  jurnalistik dan penyiaran (broadcasting).
Dizaman yang berkembang pesat tentulah punya dampak dan efek yang bermacam-macam, mulai dari dampak sosial hingga moral. Minimnya peminat penyiaran yang berlandaskan Islam membuat KPI terkadang dipandang sebelah mata daripada penyiaran lainnya. Sebagai penyiaran yang berazaskan islam maka sudah menjadi tugas wajib untuk memberikan informasi-informasi yang baik tentunya memiliki nilai moral yang baik pula. Banyak penyiaran-penyiaran diluaran sana memberikan informasi tanpa memerhatikan dampak dari informasi yang disiarkan. pembawaan informasi secara monoton, jadul, dan kurang modern juga menjadi salahsatu faktor minimnya peminat KPI.
Selain dari sifat penyiarannya, hal yang sangat mempengaruhi adalah fasilitas penunjang penyiaran. Memiliki studio yang nyaman, dan cocok untuk proses siaran, alat-alat yang lengkap, dan canggih, dan juga ada nya mentor yang kompeten dan siap untuk membimbing mahasiswa baik secara teori maupun langsung praktek terjun ke lapangan. Sehingga tercipta proses pembelajaran yang asik. Tak hanya di dalam kelas, tetapi juga langsung praktek di lapangan. Memegang dan mengoprasikan secara langsung alat-alat produksi siaran, seperti kamera, lighting, microphone, mixer, komputer, dan perangkat penyiaran lain. Sehingga mahasiswa tak hanya paham secara teoretis saja,  tetapi juga langsung praktikum apa yang di terangkan oleh dosen atau pembimbing. Dengan cara seperti itu, dapat di pastikan tercipta proses belajar yang asik dan menarik. Dan pastinya juga mahasiswa bisa lebih mudah untuk memahami setiap materi yang di ajarkan.
            Tetapi, pada jurusan KPI di INSURI PONOROGO yang telah saya ikuti 1 semester ini, berbeda dr ekspetasi saya yang telah saya jelaskan di atas. Menurut beberapa dosen yang pernah saya tanyai tentang masalah ini, memang untuk di Insuri di fokuskan di jurnalistik, atau karya tulis. Mungkin ini di karenakan tidak adanya studio atau pun ruangan tersendiri yang di gunakan untuk melakukan praktek secara langsung tentang penyiaran. Dan juga tidak ada alat-alat yang menunjang untuk melakukan praktek. Awalnya saya berfikir mumgkin kaeran saya masih duduk di semester 1, sehingga proses pembelajaran masih membahas teori saja. Tetapi setelah saya bertanya kepada kakak tingkat, ternyata memang di Insuri memang tidak menyediakan studio yang di gunakan khusus untuk jurusan KPI. Yang seharus studio itu ada, atau minimal ada tempat tersendiri untuk melakukan pembelajaran secara praktek. Mengingat jurusan KPI adalah salahsatu jurusan yang paling tua di Insuri. Sehingga fasilitas untuk menunjang jurusan ini mencukupi. Tetapi di Insuri justru masih minim untuk fasilitas penunjang pembelajaran. Muncul tanda tanya di kepala saya karna melihat kondisi ini. Dan menurut salahsatu dosen KPI di insuri, beliau pernah mengatakan bahwa di insuri pernah punya sebuah kamera yang lumayan bagus, guna untuk menunjang pembelajaran. Tetapi hilang entah kemana setelah di pinjam oleh salah seorang mahasiswa. Mungkin berawal dari itu pihak kampus menjadi kapok untuk memfasilitasi mahasiswa.
Berawal dari keresahan itu, di tahun 2018 ini saya sebagai salahsatu mahasiswa KPI bersama teman-teman KPI semester 1, berkeinginan untuk membuat sebuah studio produksi. Guna untuk mempermudah proses pembelajaran. Di studio itulah kita bisa mempraktekan secara langsung proses produksi penyiaran. sehimgga semakin mudah kita memahami setiap materi-materi yang di ajarkan oleh dosen pembimbing. Tak hanya untuk praktek saja, tetapi juga kita akan membuat televisi online. Mungkin terlihat konyol dan tidak mungkin, mahasiswa awal, baru semester 1 dan datang dengan angan-angan yang besar ingin membuat televisi online yang sebelumnya belum pernah ada di Insuri Ponorogo. Memang sangat berat. Tetapi kita optimis bisa melakukan nya.
Di tahun 2018 ini kita akan awali dengan mengajukan proposal kepada dosen KPI Insuri tentang rencana kita ini. Guna untuk mencari dukungan agar tersetujui sampai ke pihak rektorat. Untuk awal tahun ini, kita belum berharap yang besar seperti harapan punya televisi online sendiri. Di setujui dan di dukung dari pihak dosen saja kita sudah senang. Apalagi kita di setujui pihak rektorat dan di fasilitasi seperti kamera dan studio atau ruangan tersendiri. Jika kita sudah punya kamera dan studio kita sudah bisa melakukan praktek langsung tentang materi-materi yang di berikan oleh dosen pembimbing. tak hanya untuk praktek saja, kita bisa membuat video konten yang berkualitas. Yang pasti bukan seperti video-video konten yang tersebar luas di media sosial yang penuh dengan kontroversi, pornografi, bahkan ada yang sengaja bertujuan untuk mengadu domba antar umat muslim. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa KPI Insuri berkeinginan untuk membuat konten-konten yang berkualitas yang baik untuk konsumsi publik, atau bahkan biasa merubah kondisi Indonesia yang sedang di serang oleh beberapa pihak yang bertanggung jawab yang membuat dan menyebar konten-konten negatif.
Melalui sarana ini, kita bisa berdakwah secara modern dan asik. Tidak kaku dan tidak monoton seperti pendakwah-pendakwah yang sudah ada. Tetapi juga tidak meninggalkan syariat agama islam. Jika kita sudah membuat konten dan kita sebar ke media sosial seperti instagram, atau youtube pastinya banyak yang melihat dan secara tidak langsung banyak yang akan mengenal Insuri Ponorogo. Dan dapat di pastikan minat mahasiswa baru yang ingin menjadi mahasiswa Insuri Ponorogo semakin banyak dan meningkat. Apalagi peminat jurusan KPI Insuri Ponorogo pastinya akan meningkat. Dikarenakan proses pembelajaran yang asik. Yang tak hanya membahas materi secara teorites tetapi juga secara langsung memegang dan mengoprasikan alat-alat produksi penyiaran.
Masih hanya itu rencana dan harapan saya bersama teman-teman KPI Insuri Ponorogo semester 1 di tahun 2018 ini. Dan demi kemajuan kampus Insuri Ponorogo tercinta, semoga dosen-dosen yang membaca tulisan saya ini mendukung penuh rencana ini. Dan juga semoga di setujui dan di respon bagus oleh pihak rektorat. Tak lupa juga teman-teman semua sedia untuk berjuang mewujudkan rencana ini dan berdoa yang terbaik. Amien ya robalalamin.

Cukup sekian tulisan ini saya akhiri. Saya Lukman Mustika. Tidur dulu.. sampai bertemu di mimpi para pemimpi. Prajurit mimpi bubar barisan jalan!

Komentar